Program Makan Bergizi Gratis Mulai Berjalan, Yayasan Hamzah Isa Center Jangkau 1.055 Penerima

Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Limba U I dan 2 mulai beroperasional melakukan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) oleh yayasan Hamzah Isa Center.

Lisanrakyat.com – Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Limba U I dan 2 mulai beroperasional melakukan Program Makan Bergizi Gratis (MBG), sebagai bentuk komitmen dalam mendukung pemenuhan gizi masyarakat, khususnya bagi kelompok rentan.

Ketua Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), Jufriyanto Ahmad, S.H, menyampaikan rasa syukur atas lancarnya pelaksanaan program tersebut. Ia mengungkapkan bahwa pada tahap awal, Program MBG telah menjangkau sebanyak 1.055 penerima manfaat.

“Alhamdulillah, hari ini Program Makan Bergizi Gratis Khususnya Diwilayah Kota Selatan Limba U I sudah mulai berjalan. Total penerima manfaat awal sebanyak 1.055 orang, yang terdiri dari siswa SD, SMP, SMA, serta ibu hamil, ibu menyusui dan balita,” ujar Jufriyanto.

Baca Juga :  PDI Perjuangan Tegas: Wahyu Moridu Dipecat dari DPRD dan Kehilangan Status Kader

Pelaksanaan program ini turut mendapat dukungan lintas sektor. Kegiatan MBG dihadiri oleh unsur Polri, TNI, serta Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait, sebagai wujud sinergi dalam upaya peningkatan kualitas kesehatan dan gizi masyarakat.

Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Limba U I dan 2 mulai beroperasional melakukan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) oleh yayasan Hamzah Isa Center.

Jufriyanto berharap, ke depan Program MBG dapat terus berjalan secara berkelanjutan dan menjangkau lebih banyak penerima manfaat.

Baca Juga :  Dituding Memeras Penambang, Zasmin Dalanggo: Itu Fitnah untuk Bungkam Aktivis

“Harapan kami, program ini bisa berjalan dengan lancar dan penerima manfaat mendapat apa yang sudah menjadi haknya , sehingga dampaknya kedepan bisa dirasakan oleh penerimanya,” pungkasnya.

Program Makan Bergizi Gratis yang diinisiasi Yayasan Hamzah Isa Center ini menjadi langkah nyata dalam mendukung upaya peningkatan kesejahteraan dan kualitas sumber daya manusia sejak usia dini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *