Diduga Tebang Pilih, Penyaluran LPG di Molotabu Diprotes Warga

Gambar Hanya Ilustrasi AI.

LISANRAKYAT.COM , BONE BOLANGO – Warga Desa Molotabu, Kecamatan Kabila Bone, Kabupaten Bone Bolango, mengeluhkan sulitnya mendapatkan gas LPG 3 kilogram dalam beberapa waktu terakhir. Kelangkaan tersebut diduga terjadi karena penyaluran dari salah satu pangkalan setempat yang dianggap tidak merata.

Keluhan masyarakat itu mencuat setelah beredar siaran langsung di Facebook dari akun Endang Hulopi yang menyoroti pembagian gas LPG di pangkalan Molotabu. Dalam unggahan tersebut bahkan tertulis keterangan “Pangkalan Molotabu Pilih Kasih”.

Dalam video singkat yang beredar, terdengar sejumlah ibu-ibu mempertanyakan mekanisme pembagian gas di pangkalan tersebut. Salah seorang warga menyebutkan bahwa pembagian dilakukan secara bergiliran kepada warga.

Baca Juga :  Harga Sembako Terkendali, Pasar Sabtu Andalas Awal 2026 Tanpa Lonjakan

“Katanya bergilir, yang minggu lalu sudah dapat, sekarang yang lain lagi dapat,” ujar seorang ibu yang terdengar dalam video tersebut.

Namun, beberapa warga mengaku tetap tidak memperoleh gas meskipun pasokan LPG diketahui masuk setiap pekan. Salah satu warga mengatakan dirinya sudah dua kali tidak mendapatkan jatah, meski hanya membutuhkan satu tabung untuk kebutuhan rumah tangga.

Baca Juga :  SPPG Kota Selatan Jadi yang Pertama Layani Guru dan Tenaga Kependidikan dalam Program MBG

Menurutnya, setiap hari Rabu biasanya ada pasokan gas yang datang ke pangkalan. Akan tetapi, ia menilai ada warga tertentu yang bisa mendapatkan lebih dari satu tabung, sementara sebagian warga lainnya justru tidak kebagian.

Warga berharap pihak pangkalan dapat menyalurkan LPG secara lebih adil dan transparan agar seluruh masyarakat memiliki kesempatan yang sama untuk mendapatkan gas bersubsidi tersebut. Mereka juga meminta instansi terkait melakukan pengawasan agar distribusi LPG di wilayah Molotabu berjalan tertib dan merata.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *