Reses di Liluwo, Fikram Salilama Tampung Aspirasi Warga Terkait Infrastruktur dan Penataan Pasar

Anggota DPRD Provinsi Gorontalo Daerah Pemilihan Kota Gorontalo, Fikram A.Z. Salilama, melaksanakan reses masa sidang kedua tahun 2025–2026 pada Selasa (03/02/2026) di Kelurahan Liluwo, Kecamatan Kota Tengah. (Foto : Faisal/tabayyun.co.id)

Lisanrakyat.com , GORONTALO – Anggota DPRD Provinsi Gorontalo Daerah Pemilihan Kota Gorontalo, Fikram A.Z. Salilama, melaksanakan reses masa sidang kedua tahun 2025–2026 pada Selasa (03/02/2026) di Kelurahan Liluwo, Kecamatan Kota Tengah.

Dalam agenda tersebut, Fikram mendengarkan secara langsung berbagai keluhan dan usulan masyarakat. Mayoritas aspirasi yang disampaikan warga berkaitan dengan kewenangan Pemerintah Kota Gorontalo, khususnya menyangkut persoalan infrastruktur dan penataan lingkungan.

Politisi Partai Golkar yang juga menjabat sebagai Ketua Badan Kehormatan DPRD Provinsi Gorontalo itu menyampaikan bahwa seluruh aspirasi masyarakat akan ditindaklanjuti dengan berkoordinasi bersama pemerintah kota. Menurutnya, kehadiran camat dan lurah dalam reses tersebut menjadi bagian penting agar aspirasi warga dapat segera ditindaklanjuti.

Baca Juga :  Kunjungan Kerja Komisi II DPRD Gorontalo, Teguhkan Kolaborasi dengan Pemkot Gorontalo

“Alhamdulillah reses berjalan lancar dan warga sangat antusias menyampaikan aspirasi. Sebagian besar merupakan kewenangan pemerintah kota, sehingga akan kami sampaikan langsung kepada Wali Kota. Camat dan lurah juga sudah menyaksikan langsung apa yang menjadi kebutuhan masyarakat,” ujar Fikram.

Salah satu usulan yang paling banyak disuarakan warga adalah pembangunan saluran air di depan permukiman sepanjang kurang lebih 200 meter. Warga menilai pembangunan drainase tersebut sangat mendesak untuk mencegah terjadinya genangan air saat musim hujan.

Baca Juga :  Ridwan Monoarfa: Balon Udara Jadi Simbol Sinergi Wisata dan Ekonomi Lokal

“Tadi disampaikan bahwa di depan rumah warga belum ada saluran air. Panjangnya sekitar 200 meter. Ini harapan masyarakat agar bisa dikerjakan oleh pemerintah kota. Namun karena APBD tahun ini sudah ditetapkan, kemungkinan baru bisa dibahas di perubahan anggaran atau APBD induk tahun 2027,” jelasnya.

Selain persoalan drainase, warga juga mengusulkan penataan Pasar Minggu agar lebih tertib dan nyaman, sehingga mampu meningkatkan minat masyarakat untuk berbelanja.

Menutup pertemuan, Fikram menegaskan komitmennya untuk terus mengawal aspirasi masyarakat serta memastikan program bantuan dan pembangunan ke depan dapat lebih tepat sasaran dan memberikan manfaat nyata bagi kesejahteraan warga.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *