Lisanrakyat.com Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Gorontalo bersama jajaran Dinas Kesehatan Kota Gorontalo melakukan kunjungan ke Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kota Selatan, Limba U I 2, yang dikelola Yayasan Hamzah Isa Center, untuk meninjau langsung pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Kunjungan tersebut menjadi perhatian khusus karena SPPG Kota Selatan tercatat sebagai SPPG pertama di Kota Gorontalo yang tidak hanya menyasar anak sekolah dan kelompok rentan, tetapi juga secara resmi meng-cover guru dan tenaga kependidikan (tendik) sebagai penerima manfaat program.
Sekda Kota Gorontalo menyampaikan apresiasi atas langkah progresif SPPG Kota Selatan yang memperluas cakupan layanan gizi. Menurutnya, keterlibatan guru dan tenaga pendidik sebagai penerima manfaat merupakan terobosan penting dalam mendukung kualitas pendidikan melalui pemenuhan gizi yang baik.
“SPPG Kota Selatan menjadi contoh baik karena tidak hanya fokus pada peserta didik, balita, ibu hamil, dan ibu menyusui, tetapi juga memperhatikan guru dan tenaga kependidikan. Ini penting karena pendidik juga membutuhkan asupan gizi yang seimbang agar tetap sehat dan produktif,” ujar Sekda.
Dalam peninjauan tersebut, Sekda bersama Dinas Kesehatan melihat langsung proses pengolahan makanan, distribusi, hingga penerapan standar kebersihan dan keamanan pangan. Ia menegaskan bahwa kualitas gizi dan higienitas makanan harus menjadi prioritas agar manfaat program dapat dirasakan secara maksimal oleh seluruh penerima.
Sementara itu, Dinas Kesehatan Kota Gorontalo melakukan pengecekan kandungan gizi menu, proses pengolahan, serta penerapan standar kesehatan pangan. Pengawasan rutin ini dilakukan untuk memastikan makanan yang disalurkan sesuai dengan kebutuhan nutrisi masing-masing kelompok sasaran, termasuk guru dan tenaga pendidik.

Jufriyanto Ahmad, selaku Kepala SPPG Kota Selatan, menjelaskan bahwa pihaknya berkomitmen menjaga kualitas layanan dengan melibatkan tenaga ahli gizi serta menerapkan standar operasional yang ketat. Ia menegaskan bahwa menu yang disajikan telah disesuaikan dengan kebutuhan gizi anak sekolah, balita, ibu hamil, ibu menyusui, serta guru dan tenaga kependidikan.
“SPPG Kota Selatan berkomitmen menjadi pelopor dalam pelayanan gizi yang inklusif. Guru dan tenaga pendidik memiliki peran strategis, sehingga kesehatan dan asupan gizinya juga harus diperhatikan,” ungkap Jufriyanto.
Pemerintah Kota Gorontalo berharap keberadaan SPPG Kota Selatan dapat menjadi model bagi SPPG lain dalam memperluas cakupan penerima manfaat. Program Makan Bergizi Gratis ini diharapkan mampu memberikan dampak nyata terhadap peningkatan derajat kesehatan masyarakat, mendukung tumbuh kembang anak, serta menunjang kinerja dan produktivitas guru dan tenaga pendidik, sebagai bagian dari upaya mewujudkan generasi Gorontalo yang sehat dan berkualitas.












