Daerah  

Barisan Muda Wonosari Gagalkan Alat Berat Diduga Menuju Lokasi Tambang Ilegal di Moliulo

LISANRAKYAT.COM , BOALEMO – Barisan Muda Wonosari mengaku berhasil menggagalkan satu unit alat berat merek Zoomlion yang diduga hendak menuju kawasan Moliulo, Tangga Barito, Kecamatan Dulupi, untuk aktivitas pertambangan ilegal. Selasa, 30 Juni 2026.

Koordinator Barisan Muda Wonosari, Zulkifli Jakaria, mengatakan peristiwa tersebut terjadi di kawasan perempatan Indomaret Bongo 1, Kecamatan Wonosari. Menurutnya, masyarakat bersama sejumlah pemuda menghentikan laju alat berat yang melintasi wilayah tersebut sebelum menuju lokasi yang diduga akan dijadikan area penambangan.

“Kami bersama masyarakat berhasil mencegah alat berat itu naik ke atas menuju kawasan Moliulo. Setelah dilakukan pencegahan, akhirnya alat berat tersebut kami minta untuk dipulangkan,” kata Zulkifli.

Baca Juga :  Momentum 25 Tahun Provinsi Gorontalo, PORDI Gelar Turnamen Domino

Ia menegaskan, langkah tersebut merupakan bentuk kepedulian masyarakat dalam menjaga kawasan hutan dan lingkungan dari aktivitas pertambangan yang diduga ilegal.

Menurut Zulkifli, saat ini sudah semakin banyak alat berat yang beroperasi di sejumlah kawasan hutan, seperti Hutan Sava, Tangga Barito (Moliulo), dan beberapa titik lainnya. Karena itu, pihaknya berkomitmen meningkatkan pengawasan secara mandiri bersama masyarakat.

“Kami akan terus melakukan patroli. Sudah banyak alat berat yang beroperasi di kawasan hutan, baik di Hutan Sava maupun Tangga Barito. Kami tidak akan tinggal diam ketika tanah dan hutan kami dirusak oleh aktivitas pertambangan ilegal,” tegasnya.

Baca Juga :  Dituding Memeras Penambang, Zasmin Dalanggo: Itu Fitnah untuk Bungkam Aktivis

Barisan Muda Wonosari juga menyampaikan peringatan keras kepada pihak-pihak yang mencoba membawa alat berat untuk melakukan aktivitas pertambangan tanpa izin yang sah.

“Ini peringatan keras bagi para pelaku pertambangan ilegal yang menggunakan alat berat. Kami akan terus mengawasi dan melakukan pencegahan demi menjaga lingkungan serta masa depan daerah kami,” ujar Zulkifli.

Selain itu, Zulkifli mengaku pihaknya memperoleh informasi adanya dugaan keterlibatan atau dukungan dari oknum aparat terhadap upaya masuknya alat berat tersebut. Namun, ia menegaskan informasi tersebut masih perlu dibuktikan melalui penyelidikan oleh aparat penegak hukum.

“Kami mendapat informasi adanya dugaan backup dari oknum aparat. Karena itu, kami meminta aparat penegak hukum untuk mengusut informasi tersebut secara transparan apabila memang terdapat keterlibatan pihak tertentu,” pungkasnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *